Skip to main content

KENAPA PESAWAT DICAT PUTIH?



            Pernahkah Anda memerhatikan warna pesawat yang Anda tumpangi atau temui di bandara? Ya, jika Anda perhatikan pesawat tersebut didominasi dengan warna putih. Kenapa pesawat tersebut dicat dengan warna putih? Mari kita bahas.

1.      Pentingnya Pengecatan

Sebelum kita membahas mengenai alasan pesawat dicat warna putih, kita akan membahas pertanyaan mendasar terlebih dahulu, kenapa pesawat perlu dicat?

Pasca perang dunia kedua, sebagian besar maskapai memilih untuk tidak mengecat pesawatnya dan hanya memberikan logo maskapai sebagai hiasannya. Faktor ekonomi menjadi alasannya. Dengan tidak dicatnya pesawat memang dapat menekan biaya pengeluaran.


Namun seiring berjalannya waktu, maskapai mulai menyadari pentingnya pengecatan. Perkembangan teknologi telah menghasilkan cat yang tidak hanya memperindah tampilan pesawat, namun juga dapat melindungi dari debu dan korosi sehingga dapat memperpanjang usia pesawat.

Pesawat yang dicat memerlukan frekuensi pemeliharaan yang lebih sedikit dibanding pesawat yang tidak dicat sehingga dapat menghemat pengeluaran maskapai.

2.      Mendinginkan Pesawat

Dalam ilmu fisika, terdapat suatu teori yang disebut “Teori Benda Hitam”. Teori tersebut menyatakan bahwa semakin gelap (hitam) warna satu benda, maka benda tersebut memiliki kemampuan penyerapan gelombang elektromagnetik (cahaya matahari) yang lebih besar sehingga dapat meningkatkan temperatur benda.

Pesawat yang dicat warna putih menyebabkan kemampuan penyerapan gelombang elektromagnetiknya menjadi lebih kecil sehingga pesawat menjadi lebih dingin. Selain itu, pesawat yang terbuat dari material komposit seperti serat karbon dan fiberglass akan terhindar dari bahaya radias gelpmbang elektromagnetik yang merusak sehingga memperpanjang usia pesawat.

3.      Pendeteksi Kerusakan


Bayangkan terdapat baju berwarna putih dan baju berwarna hitam. Jika kedua baju tersebut terkena noda berupa tumpahan saus dalam jumlah yang sama, menurut Anda baju mana yang lebih terlihat kotor? Tentunya baju berwarna putih, bukan?

Hal ini lah yang menjadi salah 1 alasan mengapa warna putih dipilih sebagai cat pada pesawat. Warna putih menyebabkan kerusakan seperti keretakan dan kebocoran oli lebih mudah terlihat sehingga dapat segera diperbaiki.

4.      Memudahkan Pencarian Tim SAR

Dalam dunia penerbangan, terkadang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya kecelakaan. Bila hal terebut terjadi, maka puing pesawat yang berwarna putih akan memantulkan cahaya sehingga mempermudah proses pencarian melalui udara.

5.      Menurunkan Resiko Tabrakan oleh Burung

Sebuah studi yang dilakukan di Amerika yang dimuat di jurnal Human-Wildlife Interactions pada tahun 2011 menunjukkan bahwa pesawat yang dicat dengan warna putih atau terang memiliki resiko bertabrakan dengan burung yang lebih kecil dibanding dengan pesawat berwarna gelap. Pesawat dengan warna putih atau terang memiliki kontras yang lebih baik sehingga burung dapat mendeteksi dan menghindarinya.

6.      Menghemat Pengeluaran

Pada dasarnya pesawat yang diproduksi oleh pabrik telah dilakukan proses pengecatan sebanyak 2 lapisan dan berwarna putih. Bila maskapai ingin memberikan cat dengan warna tertentu, maka lapisan ketiga akan diaplikasikan dan maskapai akan dikenakan biaya tambahan.

Penambahan lapisan ketiga cat ini juga akan meningkatkan beban pesawat sebesar 273-544 kg yang akan berdamapak pada meningkatnya konsumsi bahan bakar.

7.      Memudahkan Penjualan Kembali

Sama halnya dengan mobil atau motor, pesawat juga memeiliki usia pakai. Jika sudah habis masa pakainya, maskapai dapat menjual pesawat tersebut ke maskapai lain. Pesawat dengan warna putih akan lebih mudah dijual dibanding pesawat dengan warma lain karena lebih mudah dihias dan diberikan logo/emblem maskapai.

 

Pada dasarnya tidak ada peraturan nasional maupun internasional mengenai warna pesawat. Beberapa maskapai juga memilih untuk memberikan warna selain putih seperti Air Asia yang memberikan warna merah pada armadanya.

Beberapa maskapai juga meberikan desain atau corak yang khusus pada beberapa pesawatnya yang biasanya digunakan untuk mempromosikan atau merayakan sesuatu. Beberapa pesawat yang memiliki desain atau corak khusus tersebut antara lain Etihad Airways yang memberikan warna merah-hitam-putih untuk mempromosikan lomba balap Formula 1, Japan Airlines yang memberikan warna pink pada pesawatnya dengan corak karakter Disney sebagai bentuk perayaan kerja sama dengan Disneyland Tokyo, dan ANA Airlines yang meberikan corak karakter Pokemon untuk merayakan kerja sama antar keduanya sejak tahun 1998.

Okee sekian dulu pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat. Salam~

 


Comments

Popular posts from this blog

OMNIBUS LAW DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENERBANGAN INDONESIA

              Selasa, 5 Oktober 2020 menjadi hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Anggota DPR telah mensahkan RUU Omnibus Law melalui sidang paripurna. Beragam reaksi dan kecaman pun bermunculan. Suara-suara penolakan bergema di jagat media sosial Indonesia.             RUU Omnibus Law memang mencakup berbagai macam sektor yang berkaitan dengan ketenagakerjaan, termasuk sektor penerbangan. RUU Omnibus Law akan mengubah, menghapus, atau menetapkan peraturan baru yang diatur dalam UU No. 1/2009 tentang penerbangan. Apa saja pengaruhnya dalam dunia penerbangan? Mari kita bahas. 1.       Tugas Besar Pemerintah Pusat   Pasal 130 RUU Omnibus Law terkait UU Penerbangan Sejumlah tugas besar terkait penerbangan Indonesia tengah menanti Pemerintah Pusat seiring dengan disahkannya RUU Omnibus Law . Tugas-tugas seperti sertifikasi kela...

LEASING, CARA MASKAPAI MEMILIKI PESAWAT

            Akhir bulan September lalu Lion Air sempat mejadi pusat perhatian publik Indonesia. Maskapai berbiaya murah itu tengah menghadapi tuntutan hukum di pengadilan Inggris oleh perusahaan penyewaan (lessor) pesawat Goshawk Aviation Ltd. Dikutip dari cnbcindondsia.com (24/09/2020), Goshawk Aviation Ltd menuntut Lion Air karena maskapai itu berhutang pembayaran sewa tujuh jet Boeing senilai £10 juta (Rp 189 miliar).             Namun tuntutan ini bukan hanya dihadapi oleh Lion Air saja. Sejumlah maskapai di dunia, termasuk Garuda Indonesia juga menghadapi kasus serupa dengan lessor yang berbeda-beda. Pandemi COVID-19 memang telah menghantam dunia penerbangan dengan cukup keras. Penutupan perbatasan di hampir seluruh negara menyebabkan jumlah penerbangan menurun drastis dari kondisi sebelumnya. Kondisi keuangan maskapai pun menjadi terganggu sehingga berdampak pada kesul...

“MEMBUNGKUS” PESAWAT

               Beberapa hari ini jagat dunia media sosial Indonesia tengah diramaikan oleh dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum mahasiswa asal Jawa Timur. Sang pelaku meminta korbannya untuk “membungkus” diri menggunakan kain dan memfoto atau memvideokannya dengan dalih penelitian. Berdasarkan pemantauan pada media sosial, jumlah korbannya pun terlihat cukup banyak. Pelaku biasanya mengincar mahasiswa baru sebagai korbannya.             Namun jangan salah. Praktik “bungkus-membungkus” tidak selalu memiliki konotasi negatif. Pada dunia penerbangan, pesawat pun dapat “dibungkus”. “Dibungkus” di sini bukan berarti pesawat diselimuti kain atau plastik seperti pada makanan. “Dibungkus” di sini memiliki arti bahwa pesawat akan disimpan pada suatu tempat tertentu dan sebagian bagiannya akan diberi penutup. Hal ini biasa dilakukan ketika pesawat sedang memasuki masa penyim...